Dunia pendidikan saat ini memang
sedang menjadi banyak sorotan. Baik oleh tokoh pendidikan, pelaku
pendidikan, masyarakat bahkan sampai calon wali murid.
Apalagi
orang tua yang memiliki putra atau putri yang telah lulus pada
jenjang pendidikan SD dan SMP. Mereka sudah memiliki rencana dan
beberapa alternatif untuk memilih sekolah ke jenjang berikutnya yang
tentunya terfaforit, ternama atau sudah akrab di masyarakat setempat.
Telah menjadi budaya atau kebiasaan masyarakat jaman sekarang untuk
memilihkan anaknya ke sekolah - sekolah negeri yang menjanjikan biaya
murah bahkan gratis demi kesesuaian kondisi ekonominya. Hal ini memang
wajar bagi orang tua / calon wali murid untuk memilihkan anak ke
sekolah yang murah atau bahkan gratis. Tidak jarang di awal penerimaa
siswa baru orang tua / calon wali murid terjebak ke hal - hal yang
negatif demi agar anaknya masuk ke sekolah yang di tuju tersebut.
Banyak orang tua yang rela membayar uang masuk jutaan bahkan puluhan juta lewat jalur yang tidak semestinya, dengan alasan yang penting anak saya masuk ke sekolah tersebut, nanti selanjutnya semuanya gratis, saya bayar sebagai tanda pesan bangku. Saya telah beberapa kali melakukan survai di berbagai tempat dan menanyakan beberapa sebab memasukan anaknya ke sekolah yang murah dan menjanjikan segala fasilitas yang ada gratis.. Sebut saja beliau Bapak Inin ( 45 th ) dan Istrinya Indun ( 40 th ) yang tinggal di perumahan Villa Mutiara Jaya Cibitung Bekasi, tetapi penulis tidak akan menyebutkan sekolah tersebut.. " Apa alasan Bapak dan Ibu mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri dan katanya gratis ?" tanya saya. " Saya hanya seorang tukang ojek pak yang memiliki benghasilan tidak menentu, dan Istri saya hanya menerima orderan jahit " Jawab Bapak Inin. " Bararti bapak dapat subsidi atau mungkin gratis dari sekolah yang bapak tuju" Lanjut saya. " Gratis apa pak...malah saya di suruh bayar uang pangkal 1, 5 hingga 2 juta rupiah sebagai tanda pesan bangku...saya jadi bingung pak, katanya sekolah negeri gratis..eh malah tidak saya bayangkan malah hampir sama mahalnya sama sekolah swasta." Jawab Pa Inin. " Terus Bapak pindah ke sekolah lain?" Tukas saya. "Yang dijanjikan dari pihak sekolah katanya sih cumak pembayaran di awal masuk saja dan selanjutnya gratis, tapi nggak tau gratis beneran apa nggak. Dan kalau saya tidak segera bayar katanya masih banyak orang yang mau atau masih banyak yang ngantri" Jawab Pa Inin dengan nada kecewa.
Banyak orang tua yang rela membayar uang masuk jutaan bahkan puluhan juta lewat jalur yang tidak semestinya, dengan alasan yang penting anak saya masuk ke sekolah tersebut, nanti selanjutnya semuanya gratis, saya bayar sebagai tanda pesan bangku. Saya telah beberapa kali melakukan survai di berbagai tempat dan menanyakan beberapa sebab memasukan anaknya ke sekolah yang murah dan menjanjikan segala fasilitas yang ada gratis.. Sebut saja beliau Bapak Inin ( 45 th ) dan Istrinya Indun ( 40 th ) yang tinggal di perumahan Villa Mutiara Jaya Cibitung Bekasi, tetapi penulis tidak akan menyebutkan sekolah tersebut.. " Apa alasan Bapak dan Ibu mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri dan katanya gratis ?" tanya saya. " Saya hanya seorang tukang ojek pak yang memiliki benghasilan tidak menentu, dan Istri saya hanya menerima orderan jahit " Jawab Bapak Inin. " Bararti bapak dapat subsidi atau mungkin gratis dari sekolah yang bapak tuju" Lanjut saya. " Gratis apa pak...malah saya di suruh bayar uang pangkal 1, 5 hingga 2 juta rupiah sebagai tanda pesan bangku...saya jadi bingung pak, katanya sekolah negeri gratis..eh malah tidak saya bayangkan malah hampir sama mahalnya sama sekolah swasta." Jawab Pa Inin. " Terus Bapak pindah ke sekolah lain?" Tukas saya. "Yang dijanjikan dari pihak sekolah katanya sih cumak pembayaran di awal masuk saja dan selanjutnya gratis, tapi nggak tau gratis beneran apa nggak. Dan kalau saya tidak segera bayar katanya masih banyak orang yang mau atau masih banyak yang ngantri" Jawab Pa Inin dengan nada kecewa.
Itulah tadi potongan obrolan saya dengan beberapa warga di salah satu
Perumahan Villa Mutiara Jaya Cibitung Bekasi. Saya rasa ini hanya
beberapa contoh kasus tentang dunia pendidikan di Indonesia khsususnya
di daerah Bekasi. Dan saya yakin masih banyak lagi contoh - contoh lain
yang serupa. Kalau satu anak dikenai biaya 1, 5 hingga 2 juta rupiah,
berapa banyak sekolah tersebut mendapatkan keuntungan dari beberapa
calon wali murid yang masuk ke sekolah tersebut.
Inilah peristiwa memilukan di sekitar kita yang harus sama - sama
kita benahi. Mulai dari birokrasi, Instansi pendidikan, tokoh
masyarakat dan calon wali murid.
Saran dari saya adalah di tengah riuhnya gelombang persaingan didunia
pendidikan ini, kita sebagai orang tua harus pandai - pandailah
memilihkan sekolah untuk anak - anak kita, karena belum tentu pilihan
kita sesuai dengan minat anak kita atau bahkan akan menyuramkan masa
depan anak - anak kita.Oleh karena itu saya akan berbagi tips kepada orang tua calon wali murid yang akan memililihkan anaknya ke jenjang sekolah selanjutnya. Yang jelas sekolah yang berkualitas baik itu negeri mapun swasta memiliki kriteria sebagai berikut :
- Memiliki program training tenaga pendidik yang berkelanjutan : Training ini biasanya diadakan secara berkala dengan volume pertemuan yang padat. Manfaat dari training ini adalah untuk meningkatkan profesional guru.
- Volume jumlah siswa dalam 1 kelas tidak padat, hal ini sangat penting karena jika suatu kelas memiliki jumlah siswa yang sangat padat maka proses KBM tidak efektif. Apabila usia anak SMP yang sedang mengalami pertumbuhan fisik dan biologisnya, mereka tentu membutuhkan kondisi kelas yang nyaman dan tenang. Paling tidak jumlah siswa dalam 1 kelas agar selalu kondusif proses KBM tidak boleh lebih dari 30 siswa. Perlu kita ketahui bersama jika ruang kelas terdiri dari 40 - 50 siswa perkelas, maka apakah sistem KBM berjalan dengan efektif?, jawabannya TIDAK, apapun alasannya.
- Iklim yang nyaman, yang dimaksud iklim yang nyaman adalah kondisi lingkungan yang tenang dan tidak bising oleh hiruk pikuk jumlah siswa yang melebihi kuota / kapasitas sekolah. Anak usia SMP pada dasarnya lebih membutuhkan lingkungan yang tenang, bersahabat dan nyaman bagi dirinya, sehingga proses pertumbuhan secara fisik dan biologisnya tidak terganggu. Sekolah yang luas atau besar tidak menjamin kenyamanan siswa, tetapi sekolah yang mungkin lebih kecil tetapi lingkungannya tenang, nyaman dan kondusif itu justru lebih baik.
- Sekolah yang mendukung perkembangan akademik dan perkembangan manusia, yang dimaksud dalam hal ini adalah bahwa sekolah yang hanya memperhatikan dari sisi perkembangan akademisnya, ia hanya mengutamakan dari segi standar nilai, prestasi atau kualitas kelulusannya saja, tetapi tidak memperhatikan sisi perkembangan manusianya yang ternyata jauh lebih penting. Sekolah yang mengedepankan perkembangan prestasi akademik dan perkembangan manusia maka akan selalu menilai perkembangan siswa dari sisi EQ dan SQnya, inilah yang seharusnya orang tua atau calon wali murid berikan bagi anaknya demi kecermerlangan masa depan anaknya.
Wassalamu'alikum Wr. Wb


0 komentar:
Tulis Komentar Anda Di Sini