DAKWAH BILHIKMAH | Cerdas dan Penuh Hikmah: Kajian
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

SIAPA BILANG MAULID, TAHLILAN, 7 BULANAN, TABUR BUNGA TIDAK ADA DALILNYA!

Written By agg on Jumat, 12 Desember 2014 | 22.56



INI DALILNYA
Sedikit – sedikit minta dalil, sedikit minta dalil….Pusiiiing !

1.       Dalil waktu selamatan kematian ( 1 hari, 3 hari, 40 hari dan seterusnya )
“ Termasyurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh hari, seratus dan seribu.” ( Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal.99, 192, 193 )

Perintah menyembelih hewan pada hari tersebut : “ Tuhan telah menciptakan hewan untuk upacara korban, upacara kurban telah di atur sedemikian rupa untuk kebaikan dunia.” ( KItab Panca Yadnya hal. 26, Bagawatgita hal 5 no.39 )

Perkataan Ulama : “ Upacara selamatan untuk memperingati hari kematian orang jawa hari ke 1, 7, 40, 100 dan 1000 hari, jelas adalah ajaran  Hindu.”

2.       Dalil selamatan ( kenduri/kenduren )
“ SLoka prastias  mai pipisatewikwani widuse bahra aranggaymayajekmayipatsiyad aduweni narah”. “ Antarkanlah sesembahanmu itu pada Tuhan Yang Maha Mengetahui”. Yang gunanya untuk menghilangkan kesialan.” ( Kitab sama weda  hal.373 no. 10 )
a.       Dewa Yatnya ( selamatan ) yaitu korban suci yang secara tulus ikhlas ditujukan kepada Sang Hyang Widhi dengan jalan bakti sujud memuji, serta menurut apa yang diperintahkannya ( tirta yatra ) metri bopo pertiwi.
b.      Pitra Yatnya yaitu korban suci kepada leluhur ( pengeling –eling )dengan  memui yang ada diakherat supaya member pertolongan kepada yang masih hidup.
c.       Manusia Yatnya yaitu korban yang diperuntukan kepada keturunan atau sesame supaya hidup damai dan tenteram

Rukun Iman dalam Hindu ( Pancha Srada ) yang harus diyakini umat Hindu :
a.       Percaya adanya sang Hyang Widhi
b.      Percaya adanya roh leluhur
c.       Percaya adanya smskramanitis
d.      Percaya adanya moksa

Itulah sebabnya dari dulu hingga kini umat Islam yang tidak mengetahui dalil tentang Ibadah dalam Islam, maka akan terjerumus ke dalam ritual – ritual yang tidak di syariatkan dalam Islam. Dari dulu hingga sekarang masih banyak umat Islam yang beragama Hindu. Karena mereka masih kental dengan ritual –ritual Agama Hindu. [ agg ]

MENGUPKAN SELAMAT NATAL



Muslim : “ Bagaimana natalmu? “
David     : “ Baik, kau tidak mengucapkan selamat natal padaku?”

Muslim : “ Tidak. Agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu. Tapi urusan ini, agama saya melarangnya..!!”
Davis     : “ Tapi kenapa?? Bukannya sekedar kata – kata? Teman – teman muslimku yang lain mengucapkannya padaku??”

Muslim : “ Mungkin mereka belum mengetahuinya, David. Bisakah kau mengucapkan dua kalimat syahadat?”
David     : “ Oh tidak, saya tidak bisa mengucapkannya…itu akan mengganggu kepercayaan saya..!”

Muslim : “ Kenapa?? Bukannya hanya kata – kata?, ayo ucapkanlah…!
David     : “ Sekarang saya mengerti..”

Inilah yang menyebabkan Buya Hamka memilih meninggalkan jabatan dunia sebagai ketua MUI ketika didesak pemerintah untuk mengucapkan “ Selamat Natal” yang meskipun hanya di anggap berupa kata – kata KEAKRABAN / TOLERANSI, NAMUN DI SISI Allah nilainya menunjukan kerendahan aqidah seseorang hamba yang tidak faham/tidak mau mengerti akan konsep ilmu agama yang disisi lain lain faham akan ilmu – ilmu umum yang sifatnya tiada kekal, tak berimbas akan keselamatanakheratnya yang abadi.

Dalil Tentang Nabi Isa Masih Hidup

Written By agg on Kamis, 21 Februari 2013 | 18.13



Hadits yang menerangkan Nabi Isa akan turun kembali :
·         Hadits Pertama :
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ حَتَّى تَكُونَ السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ { وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا }( رواه البخاري )[1]
Artinya : “ Dari Abi Hurairah ra. Beliau berkata, Bersabda Rasulullah SAW demi tuhan yang jiwaku ditangannya, sesungguhnya hampir turun kepadamu  Ibnu Maryam menjadi hakim yang adil, maka ia hancurkan salib, ia bunuh babi dan ia hentikan peperangan, dan ia bagi-bagikan harta, sehingga tak akan ada yang menerima lagi. Pada ketika itu sujud satu kali (pada tuhan) lebih berharga dari dunia dan isinya. Lalu Abu Hurairah berkata : Bacalah kalau kamu mau firman Allah : “Tidak ada seorang pun dari ahli kita kecuali akan iman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya dan di hari qiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. ( HR. Bukhari)
·       Hadits Kedua :
حَدَّثَنَا ابْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ نَافِعٍ مَوْلَى أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ ابْنُ مَرْيَمَ فِيكُمْ وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ تَابَعَهُ عُقَيْلٌ وَالْأَوْزَاعِيُّ ( رواه البخاري )
Artinya : “Dari Abu Hurairah beliau berkata, bersabda Rasulullah SAW : Bagaimana keadaan kamu pada ketika turun Ibnu maryam kepadamu dan Imam kamu darimu ( HR. Bukhari)
* Berkata Abu Dzar al-Harawi “ Arti Waimamukum minkum “ ialah bahwasanya Isa as. Ketika itu beriman kepada al-qur’an, bukan kepada Injil. Maksudnya ialah, walaupun Nabi Isa yang memerintah ketika itu, tetapi beliau hanya menjalankan syari’at Nabi Muhammad SAW, karena beliau Nabi akhir zaman, maka yang jadi imam oleh umat adalah al-qur’an yang ada pada kita sekarang. Itulah artinya “ dan Imam kamu dari kamu”[2]
قَالَ تَعَالٰى : وَلٰكِنْ رَسُولَ اللهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّيْنَ. وَلاَ يُعَارِضُهُ مَا ثَبَثَ مِنْ نُزُولِ عِيْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ آخِرَ الزَّمَانِ لأَنَّهُ لاَ يَأْتِى بِطَرِيْقَةٍ نَاسِخَةٍ بَلْ مُقَرَّرَةً لِشَرِيْعَةِ نَبِيِّنَا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامِلاً بِـهَا. ( شرح الروضة )
Artinya : Allah berfirman (al-Ahzab:40) “...akan tetapi Rasulullah dan penutup para nabi-nabi” firman Allah tersebut tidak bertentangan dengan (hadits) yang menjelaskan tentang trusunnya Isa as. Di akhir zama, karena ia tidak akan datang dengan ajaran yang menghapuskan ajaran Nabi Muhammad SAW, namun justru akan menetapkannya dan mengamalkannya.

سُئِلَ نَفَعَ اللهُ بِهِ بِـمَا لَفَّظَهُ أَجْمَعُوا عَلَى أَنَّ عِيْسَى يَحْكُمُ بِشَرِيْعَتِنَا فَمَا كَيْفِيَةُ حُكْمِهِ بِذَلِكَ بِمَذْهَبِ أَحَدٍ مِنَ الـمُجْتَهِدِيْنَ أَمْ بِإِجْتِهَادٍ ؟ فَأَجَابَ بِقَوْلِهِ عِيْسَى  عَلَيْهِ السَّلاَمُ مُنَزَّهٌ عَنْ أَنْ يُقَلِّدَ  غَيْرَهُ مِنْ بَقِيَّةِ الـمُجْتَهِدِيْنَ بَلْ هُوَ أَوْلٰى بِالإِجْتِهَادِ. ( الفتاوى الحديثية )[3]
Artinya : beliau ditanya mudah-mudahan Allah memberti manfaat terhadap ilmu beliau, dengan statemen : Para ulama sepakat bahwa Isa akan melaksanakan hukum berdasarkan syariat Islam, maka bagaimana cara pelaksanaan hukumnya apakah berdasarkan salah satu madzhab dari madzhab-madzhab yang ada ataukan berdasarkan ijtihad ? jawabnya adalah bahwa Nabi Isa as itu tersucikan dan ikut menjadi muqallid terhadap imam-imam mujtahid, bahkan ia lebih utama untuk berijtihad sendiri.

·         Hadits Ketiga :
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ ( رواه ابن ماجه )
Artinya : Dari Abi Hurairoh ra, dari Nabi Muhammad SAW bersabda : “Tidak datang hari kiamat kecuali kalau sudah turun Isa bin Maryam, menjadi hakim dan imam yang adil, maka beliau memecah salib, membunuh babi, melarang pajak, melimpahkan harta benda, sampai tak ada yang mau menerima lagi berkat kebanyakannya.” ( HR. Ibnu Majah)

Hadits-hadits diatas, membawa pengertian :
1.      Nabi Isa akan turun kembali di akhir zaman
2.      Beliau menjadi hakim yang adil
3.      Beliau memecahkan seluruh salib, karena tidak suka sama salib
4.      Beliau membunuh babi
5.      Ahli kitab ( Nashara, yahudi dan Muslim ) semuanya iman kepada Nabi Isa
6.      Nabi Isa sampai saat ini belum wafat, karena dalam kenyataannya masih banyak orang yahudi yang belum beriman kepadanya.

Tinjaun Dari aspek Bahasa :
·         Kalimat “ Tawaffa ” serta derivasi kata yang semakna di dalam al-qur’an banyak memiliki artikulasi, diantaranya :
  
Artinya : Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan[481], kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. ( QS. Al’Anam : 60 )

2. Bermakna Mati/ wafat
  
Artinya : Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan." (QS. As-Sajadah : 11)

3. Bermakna Menyempurnakan/ Mencukupkan  
Artinya : Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran :185)

4. Bermakna Memenuhkan
Artinya : Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. (QS. Al Muthafifin : 1-3)

5. Bermakna menepati
  
Artinya : Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan tepatilah janji; Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya. (QS. Isra : 34)

6.Bermakna Menggenggam 
Artinya : (ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, Sesungguhnya aku menggenggammu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya". (QS. Ali Imran : 55)

1.      Dalam Tafsir Jalalain
اذكر { إِذْ قَالَ الله ياعيسى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ } قابضك { وَرَافِعُكَ إِلَىَّ } من الدنيا من غير موت { وَمُطَهِّرُكَ } مُبْعدك { مِنَ الذين كَفَرُواْ وَجَاعِلُ الذين اتبعوك } صدّقوا بنبوّتك من المسلمين والنصارى { فَوْقَ الذين كَفَرُواْ } وهم اليهود يعلونهم بالحجة والسيف { إلى يَوْمِ القيامة ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ } من أمر الدين .
2.      Dalam Tafsir Thabari
القول في تأويل قوله : { إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا }
قال أبو جعفر: يعني بذلك جل ثناؤه: ومكر الله بالقوم الذين حاولوا قتلَ عيسى = مع كفرهم بالله، وتكذيبهم عيسى فيما أتاهم به من عند ربهم = إذ قال الله جل ثناؤه:"إني متوفيك"، فـ"إذ" صلةٌ من قوله:"ومكر الله"، يعني: ومكر الله بهم حين قال الله لعيسى"إني متوفيك ورافعك إليّ، فتوفاه ورفعه إليه.
ثم اختلف أهل التأويل في معنى"الوفاة" التي ذكرها الله عز وجل في هذه الآية.
فقال بعضهم:"هي وفاة نَوْم"، وكان معنى الكلام على مذهبهم: إني مُنِيمك ورافعك في نومك.
ذكر من قال ذلك:
7133 - حدثني المثنى قال، حدثنا إسحاق قال، حدثنا عبد الله بن أبي جعفر، عن أبيه، عن الربيع في قوله:"إني متوفيك"، قال: يعني وفاةَ المنام، رفعه الله في منامه = قال الحسن: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لليهود:"إن عيسَى لم يمتْ، وإنه راجعٌ إليكم قبل يوم القيامة. (1)
* * *
وقال آخرون: معنى ذلك: إني قابضك من الأرض، فرافعك إليّ، قالوا: ومعنى"الوفاة"، القبض، لما يقال:"توفَّيت من فلان ما لي عليه"، بمعنى: قبضته واستوفيته. قالوا: فمعنى قوله:"إني متوفيك ورافعك"، أي: قابضك من الأرض حيًّا إلى جواري، وآخذُك إلى ما عندي بغير موت، ورافعُك من بين المشركين وأهل الكفر بك.
ذكر من قال ذلك:
7134 - حدثنا علي بن سهل قال، حدثنا ضمرة بن ربيعة، عن ابن شوذب، عن مطر الورّاق في قول الله:"إني متوفيك"، قال: متوفيك من الدنيا، وليس بوفاة موت.

ÇÊÊÐÈ  
Artinya : Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya Yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan Aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. dan Engkau adalah Maha menyaksikan atas segala sesuatu. (Al-Maidah : 117)

Komentar Ahli Tafsir dalam menginterpretasikan ayat ini :
1.      Dalam Tafsir Thabari
1)      Berkata Muhammad bin Jafar bin Zubair : Hai Isa saya menggenggammu
2)      Berkata Ibnu Zaid  : Saya menggenggammu
3)      Berkata Hasan         : Menggenggam dan mengangkat ke bumi dan ia berkata juga “Isa tidak mati dan akan kembali ke bumi”
4)      Berkata Mathar al-Warraq : Mengangkat dari dunia, bukan wafat
5)      Berkata Ibnu Juraij : “ Diangkatnya Kepadanya”.
2.      Dalam Tafsir Khazin
Makna “ Mutawaffika “ artinya Menggenggam dengan tangan dan mengangkat ke atas tanpa mati.
{ فلما توفيتـني } يعني فلما رفعتـني إلى السماء فالمراد به وفاة الرفع لا الموت { كنت أنت الرقيب عليهم } يعني الحفيظ عليهم المراقب لأعمالهم وأحوالهم والرقيب الحافظ الذي لا يغيب عنه شيء { وأنت على كل شيء شهيد } يعني أنت شهدت مقاتي التي قلتها لهم وأنت الشهيد عليهم بعد ما رفعتني إليك لا تخفى عليك خافية فعلى هذا الشهيد هنا بمعنى الشاهد لما كان وما يكون أن يجوز أن يكون الشهيد هنا بمعنى العليم يعني أنت العالم بكل شيء فلا يعزب عن علمك شيء .

3.      Dalam Tafsir Jalalain
Makna “ Tawafaitani “ artinya Menggenggam akan aku dan mengangkat ke langit.
فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِى } قبضتني بالرفع إلى السماء { كُنتَ أَنتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ } الحفيظ لأعمالهم { وَأَنتَ على كُلِّ شَىْءٍ } من قولي لهم وقولهم بعدي وغير ذلك { شَهِيدٌ } مطلع عالم به .



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. DAKWAH BILHIKMAH | Cerdas dan Penuh Hikmah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger