Menjadi seorang guru adalah anugerah yang begitu indah, karena profesi
seorang guru adalah profesi yang harus dilengkapi sebuah perangkat hati yang
tinggi, yaitu perangkat KESABARAN. Betapa tidak, karena dihampir
seluruh perjuangan guru dalam menghadapi peserta didik selalu dihadapkan dengan
hal – hal yang menantang dalam peristiwa sehari – hari dalam sekolah. Seorang
guru yang memeiliki perangkat hati yang bernama KESABARAN, adalah
guru berhati matahari. Setiap kehadirannya selalu dapat membuat perubahan yang
baik dalam menghadapi berbagai masalah disekolah.
Menurut saya KESABARAN
adalah seperti matahari yang tidak pernah bosan menyinari sang bumi, memberikan
kehangatan pada permukaan bumi, sehingga mampu menumbuhkan tumbuhan – tumbuhan menjadi
subur dan indah. Tanpa matahari apalah artinya bumi, tanpa matahari tidak akan
ada kehidupan di permukaan bumi. Begitulah sang matahari yang selalu menerangi
ruang- ruang yang gelap di seluruh pelosok bumi. Maka itulah posisi seorang guru hendaklah seperti
matahari yang selalu siap menyinari dan menghangatkan setiap jiwa yang haus
akan contoh dan tauladan dalam kehidupan anak.
Ada satu kata yang menarik
dalam memberikan KESABARAN dalam mendidik anak, yaitu selalu
melibatkan TAULADAN yang istiqomah, kontinue, dan terus menerus. Karena sebenarnya
yang sangat diperlukan oleh seorang anak adalah bukan nasehat semata tetapi
TAULADAN dalam memberikan nasehat tersebut. Jangan sampai seorang guru hanya
bisa menasehati, menyuruh, dan menyarankan, tetapi tidak memberikan tauladan
yang baik.
Dengan TAULADAN
ternyata akan semakin memperkuat NASIHAT yang kita berikan kepada anak, bahkan
sebenarnya TAULADAN adalah nasihat yang bergerak.
Cukup dengan TAULADAN
dan KESABARAN ternyata seorang guru dapat merubah anak dengan mudah, tanpa
harus banyak mengeluarkan energi yang besar.
Contoh kasus jika kita
menginginkan seorang anak agar rajin berinfak, maka libatkan anak ketika anda
sedang berinfak.
WASALAM...

0 komentar:
Tulis Komentar Anda Di Sini