Nazaret – PIP: Pemilu ‘Israel’ yang berakhir
dengan hasil berimbang antara kelompok kanan di satu pihak dengan
kelompok kiri, tengah dan Arab di kelompok lain, menjadikan
partai-partai ‘Israel’ dalam kontinyuitas politik dari sisi pembentukan
koalisi pemerintah, terutama para pemain politik sentral di sistem
politik ‘Israel’. Mereka menurut hasil pemilu adalah partai Likud –
Betuna yang dipimpinan Netanyahu dengan 31 kursi partai “Ada Masa Depan”
yang dipimpin Yair Lapid dengan 19 kursi dan partai-partai agama dengan
18 kursi.
Menurut sistem politik
‘Israel’, maka Presiden ‘Israel’ Shimon Perez, setelah mengadakan
musyawarah selama beberapa hari mendatang dengan para waktil partai yang
memenangi kursi Knesset, akan menyerahkan kepada anggota Knesset untuk
membentuk pemerintahan baru yang dipastikan akan dipimpin Benyamin
Netanyahu, dalam tempo selama 42 hari, dengan syarat Netanyahu
mendapatkan suara mayoritas di Knesset saja paling tidak 61 kursi.
Sknario pertama Netanyahu
berkoalisi dengan Yair Lapid dan Nevtali Benet (Yahudi Home), tanpa
melibatkan parta-partai gama, membentuk sebuah pemerintahan moderat
dengan dukungan 67 kursi di Knesset. Yang memungkinkan merealisasikan
perubahan nyata di masyarakat ‘Israel’, terutama karena
kekuatan-kekuatan yang bersatu adalah kekuatan-kekuatan sekuler dan
tidak akan menjadi sasaran provokasi partai-partai agama, namun bisa
menyebabkan kondisi mendidih di kalangan agamis dan mengobarkan protes
besar rakyat.
Skenario kedua Netanyahu
berkoalisi dengan partai-partai agama tanpa melibatkan Lapid dan
membentuk pemerintahan kanan yang sepit, dengan dukungan 60 kursi di
Knesset. Namun scenario ini akan membuat koalisi lemah dalam
melaksanakan tugas-tugas legislatif dan tidak akan membuat pemerintah
stabil/mapan, dalam menghadapi koalisi luas dan kuat. Pemerintah
‘Israel’ dalam skenario ini akan menghadapi isolasi internasional karena
karakter religius nasionalisnya, namun secara internal akan mnedapatkan
dukungan kalangan kanan.
Skenario ketiga, Netanyahu
berhasil mendirikan pemerintahan meluas mencakup Lapid dan partai-partai
agama dengan dukungan 85 kursi di Knesset. Namun pemerintahan semacam
ini, bila berdiri, di dalamnya ada unsure-unsur yang saling bertentangan
dan segera memicu perang antara partai-partai skluter-liberal dan
partai-partai agama, teruama dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan
perekrutan kalangan “ultra ortodoks” (Yahudi agamis) yang tidak
berkhidmat dalam pasukan pertahanan ‘Israel’ ketekunan dan kesibukan
mereka dalam mempelajari Taurat.
Sejumlah analis berfikit di
luar kerangka kelompok kanan. Mereka berbicaara tentang kemungkinan
pembentukan pemerintahan kiri – agama. Mereka mengasumsikan Yair Lapid,
partai Buruh, dan partai-partai tengah memungkinkan mereka duduk berdama
dengan partai-partai agama, membentuk pemerintahan dengan dukungan 64
kursi. Namun skenario ini mustahil, karena partai-partai gama dan
beberapa partai kiri seperti Miretz yang mendapatkan 6 kursi di Knesset,
keduanya bertentangan, terutama berkaitan dengan kebebasan individu dan
masalah pemisahan agama dan negara. (asw)

0 komentar:
Tulis Komentar Anda Di Sini