Hadits
yang menerangkan Nabi Isa akan turun kembali :
·
Hadits Pertama :
حَدَّثَنَا
إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ
عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي
بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ
مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ
الْجِزْيَةَ وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ حَتَّى تَكُونَ
السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا ثُمَّ يَقُولُ
أَبُو هُرَيْرَةَ وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ { وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ
إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ
عَلَيْهِمْ شَهِيدًا }( رواه البخاري )[1]
Artinya : “ Dari Abi Hurairah ra. Beliau berkata, Bersabda
Rasulullah SAW demi tuhan yang jiwaku ditangannya, sesungguhnya hampir turun
kepadamu Ibnu Maryam menjadi hakim yang
adil, maka ia hancurkan salib, ia bunuh babi dan ia hentikan peperangan, dan ia
bagi-bagikan harta, sehingga tak akan ada yang menerima lagi. Pada ketika itu sujud
satu kali (pada tuhan) lebih berharga dari dunia dan isinya. Lalu Abu Hurairah
berkata : Bacalah kalau kamu mau firman Allah : “Tidak ada seorang pun dari
ahli kita kecuali akan iman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya dan di hari
qiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. ( HR. Bukhari)
·
Hadits Kedua :
حَدَّثَنَا
ابْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ
نَافِعٍ مَوْلَى أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ
ابْنُ مَرْيَمَ فِيكُمْ وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ تَابَعَهُ عُقَيْلٌ
وَالْأَوْزَاعِيُّ ( رواه البخاري )
Artinya : “Dari Abu Hurairah beliau berkata,
bersabda Rasulullah SAW : Bagaimana keadaan kamu pada ketika turun Ibnu maryam
kepadamu dan Imam kamu darimu ( HR. Bukhari)
* Berkata Abu Dzar al-Harawi “ Arti
Waimamukum minkum “ ialah bahwasanya Isa as. Ketika itu beriman kepada
al-qur’an, bukan kepada Injil. Maksudnya ialah, walaupun Nabi Isa yang memerintah
ketika itu, tetapi beliau hanya menjalankan syari’at Nabi Muhammad SAW, karena
beliau Nabi akhir zaman, maka yang jadi imam oleh umat adalah al-qur’an yang
ada pada kita sekarang. Itulah artinya “ dan Imam kamu dari kamu”[2]
قَالَ تَعَالٰى : وَلٰكِنْ رَسُولَ اللهِ
وَخَاتَمَ النَّبِيِّيْنَ. وَلاَ يُعَارِضُهُ مَا ثَبَثَ مِنْ نُزُولِ عِيْسَى
عَلَيْهِ السَّلاَمُ آخِرَ الزَّمَانِ لأَنَّهُ لاَ يَأْتِى بِطَرِيْقَةٍ
نَاسِخَةٍ بَلْ مُقَرَّرَةً لِشَرِيْعَةِ نَبِيِّنَا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ عَامِلاً بِـهَا. ( شرح الروضة )
Artinya : Allah berfirman
(al-Ahzab:40) “...akan tetapi Rasulullah dan penutup para nabi-nabi” firman
Allah tersebut tidak bertentangan dengan (hadits) yang menjelaskan tentang
trusunnya Isa as. Di akhir zama, karena ia tidak akan datang dengan ajaran yang
menghapuskan ajaran Nabi Muhammad SAW, namun justru akan menetapkannya dan
mengamalkannya.
سُئِلَ نَفَعَ اللهُ بِهِ بِـمَا لَفَّظَهُ أَجْمَعُوا عَلَى أَنَّ
عِيْسَى يَحْكُمُ بِشَرِيْعَتِنَا فَمَا كَيْفِيَةُ حُكْمِهِ بِذَلِكَ بِمَذْهَبِ
أَحَدٍ مِنَ الـمُجْتَهِدِيْنَ أَمْ بِإِجْتِهَادٍ ؟ فَأَجَابَ بِقَوْلِهِ
عِيْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ مُنَزَّهٌ
عَنْ أَنْ يُقَلِّدَ غَيْرَهُ مِنْ
بَقِيَّةِ الـمُجْتَهِدِيْنَ بَلْ هُوَ أَوْلٰى بِالإِجْتِهَادِ. ( الفتاوى
الحديثية )[3]
Artinya : beliau ditanya
mudah-mudahan Allah memberti manfaat terhadap ilmu beliau, dengan statemen :
Para ulama sepakat bahwa Isa akan melaksanakan hukum berdasarkan syariat Islam,
maka bagaimana cara pelaksanaan hukumnya apakah berdasarkan salah satu madzhab
dari madzhab-madzhab yang ada ataukan berdasarkan ijtihad ? jawabnya adalah
bahwa Nabi Isa as itu tersucikan dan ikut menjadi muqallid terhadap imam-imam
mujtahid, bahkan ia lebih utama untuk berijtihad sendiri.
·
Hadits Ketiga :
حَدَّثَنَا
عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ قَالَ
أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ
السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ
حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ
الْجِزْيَةَ وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ ( رواه ابن ماجه )
Artinya : Dari Abi Hurairoh ra, dari Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Tidak datang hari kiamat kecuali kalau sudah turun Isa bin Maryam, menjadi
hakim dan imam yang adil, maka beliau memecah salib, membunuh babi, melarang
pajak, melimpahkan harta benda, sampai tak ada yang mau menerima lagi berkat
kebanyakannya.” ( HR. Ibnu Majah)
Hadits-hadits diatas, membawa pengertian :
1.
Nabi Isa akan turun kembali di akhir zaman
2.
Beliau menjadi hakim yang adil
3.
Beliau memecahkan seluruh salib, karena tidak suka sama salib
4.
Beliau membunuh babi
5.
Ahli kitab ( Nashara, yahudi dan Muslim ) semuanya iman kepada
Nabi Isa
6.
Nabi Isa sampai saat ini belum wafat, karena dalam kenyataannya
masih banyak orang yahudi yang belum beriman kepadanya.
Tinjaun Dari aspek Bahasa :
·
Kalimat
“ Tawaffa ” serta derivasi kata yang semakna di dalam al-qur’an banyak
memiliki artikulasi, diantaranya :
Artinya
: Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa
yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang
hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan[481], kemudian kepada
Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu
kerjakan. ( QS. Al’Anam : 60 )
2.
Bermakna Mati/ wafat
Artinya
: Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu,
kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan." (QS. As-Sajadah
: 11)
Artinya
: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat
sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia
itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran :185)
4.
Bermakna Memenuhkan
Artinya
: Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang
apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, Dan
apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. (QS.
Al Muthafifin : 1-3)
5.
Bermakna menepati
Artinya
: Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih
baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan tepatilah janji; Sesungguhnya
janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya. (QS. Isra : 34)
Artinya
: (ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, Sesungguhnya aku menggenggammu
dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang
kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang
kafir hingga hari kiamat. kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu aku
memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih
padanya". (QS. Ali Imran : 55)
1. Dalam
Tafsir Jalalain
اذكر { إِذْ قَالَ الله ياعيسى إِنِّي
مُتَوَفِّيكَ } قابضك { وَرَافِعُكَ إِلَىَّ } من الدنيا من غير موت {
وَمُطَهِّرُكَ } مُبْعدك { مِنَ الذين كَفَرُواْ وَجَاعِلُ الذين اتبعوك } صدّقوا
بنبوّتك من المسلمين والنصارى { فَوْقَ الذين كَفَرُواْ } وهم اليهود يعلونهم
بالحجة والسيف { إلى يَوْمِ القيامة ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ
بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ } من أمر الدين .
2.
Dalam Tafsir Thabari
القول في تأويل قوله : { إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى إِنِّي
مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا }
قال أبو جعفر: يعني بذلك جل ثناؤه: ومكر الله بالقوم الذين حاولوا قتلَ
عيسى = مع كفرهم بالله، وتكذيبهم عيسى فيما أتاهم به من عند ربهم = إذ قال الله جل
ثناؤه:"إني متوفيك"، فـ"إذ" صلةٌ من قوله:"ومكر
الله"، يعني: ومكر الله بهم حين قال الله لعيسى"إني متوفيك ورافعك إليّ،
فتوفاه ورفعه إليه.
ثم اختلف أهل التأويل في معنى"الوفاة" التي
ذكرها الله عز وجل في هذه الآية.
فقال بعضهم:"هي وفاة نَوْم"، وكان معنى الكلام على مذهبهم: إني
مُنِيمك ورافعك في نومك.
ذكر من قال ذلك:
7133 - حدثني المثنى
قال، حدثنا إسحاق قال، حدثنا عبد الله بن أبي جعفر، عن أبيه، عن الربيع في
قوله:"إني متوفيك"، قال: يعني وفاةَ المنام، رفعه الله في منامه = قال
الحسن: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لليهود:"إن عيسَى لم يمتْ، وإنه
راجعٌ إليكم قبل يوم القيامة. (1)
* * *
وقال آخرون: معنى ذلك: إني قابضك من الأرض، فرافعك إليّ، قالوا:
ومعنى"الوفاة"، القبض، لما يقال:"توفَّيت من فلان ما لي
عليه"، بمعنى: قبضته واستوفيته. قالوا: فمعنى قوله:"إني متوفيك
ورافعك"، أي: قابضك من الأرض حيًّا إلى جواري، وآخذُك إلى ما عندي بغير موت،
ورافعُك من بين المشركين وأهل الكفر بك.
ذكر من قال ذلك:
7134 - حدثنا علي بن
سهل قال، حدثنا ضمرة بن ربيعة، عن ابن شوذب، عن مطر الورّاق في قول الله:"إني
متوفيك"، قال: متوفيك من الدنيا، وليس بوفاة موت.
ÇÊÊÐÈ
Artinya
: Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan
kepadaku (mengatakan)nya Yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan
Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada
di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan Aku, Engkau-lah yang
mengawasi mereka. dan Engkau adalah Maha menyaksikan atas segala sesuatu.
(Al-Maidah : 117)
Komentar
Ahli Tafsir dalam menginterpretasikan ayat ini :
1. Dalam
Tafsir Thabari
1) Berkata
Muhammad bin Jafar bin Zubair : Hai Isa saya menggenggammu
2) Berkata
Ibnu Zaid : Saya menggenggammu
3) Berkata
Hasan : Menggenggam dan mengangkat ke bumi dan ia
berkata juga “Isa tidak mati dan akan kembali ke bumi”
4) Berkata
Mathar al-Warraq : Mengangkat dari dunia, bukan wafat
5) Berkata
Ibnu Juraij : “ Diangkatnya Kepadanya”.
2.
Dalam Tafsir Khazin
Makna “
Mutawaffika “ artinya Menggenggam dengan tangan dan mengangkat ke atas tanpa
mati.
{ فلما توفيتـني }
يعني فلما رفعتـني إلى السماء فالمراد به وفاة الرفع لا الموت { كنت أنت الرقيب
عليهم } يعني الحفيظ عليهم المراقب لأعمالهم وأحوالهم والرقيب الحافظ الذي لا يغيب
عنه شيء { وأنت على كل شيء شهيد } يعني أنت شهدت مقاتي التي قلتها لهم وأنت الشهيد
عليهم بعد ما رفعتني إليك لا تخفى عليك خافية فعلى هذا الشهيد هنا بمعنى الشاهد
لما كان وما يكون أن يجوز أن يكون الشهيد هنا بمعنى العليم يعني أنت العالم بكل
شيء فلا يعزب عن علمك شيء .
3. Dalam
Tafsir Jalalain
Makna “ Tawafaitani “ artinya Menggenggam akan
aku dan mengangkat ke langit.
فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِى } قبضتني بالرفع
إلى السماء { كُنتَ أَنتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ } الحفيظ لأعمالهم { وَأَنتَ على
كُلِّ شَىْءٍ } من قولي لهم وقولهم بعدي وغير ذلك { شَهِيدٌ } مطلع عالم به .


0 komentar:
Tulis Komentar Anda Di Sini