Bayi Dera yang ditolak oleh 5 Rumah Sakit dikabarkan meninggal dunia
kemarin (17/2/2013) jam 18.00 wib. Dera Nur Anggraini mengalami penyakit
saluran pernafasan, Rumah Sakit menolak karena orangtua Dera tidak
punya duit untuk bayar uang muka.
Apa yang dialami Dera merupakan nilai merah dari Kerja Jokowi untuk
melakukan SOP atas pengaturan kartu kesehatan, apapun alasan Jokowi ini
menjadi teguran keras bagi dirinya, bahwa amanah yang dipercayakan
rakyat adalah sebagai Gubernur DKI dengan pembuktian kerja, bukan
aksi-aksi selebritas dimana PDIP kerap meminjamkan dirinya ke wilayah
lain atau bahkan lebih jauh lagi sudah mulai menjadikan Jokowi sebagai
‘instrumen dalam dagang sapi politik 2014′ ini yang membuat Jokowi agak
melebar konsentrasinya dimana-mana.
Kini Bayi Dera sudah meninggal, saat kritis ia digotong-gotong Bapaknya
ke banyak Rumah Sakit dan ini adalah tamparan kemanusiaan bagi Jokowi
serta Ahok yang dulu juga menjanjikan ambulance gratis. Jokowi adalah
mutiara terbesar bagi kepemimpinan Republik ini, janganlah kemudian
kepentingan praktis, ambisi-ambisi dari orang disekitarnya untuk
dimanfaatkan menjadi calon Presiden RI. Sementara tugas di DKI belum
terealisasi sebagai menjadi fakta kerja, dorongan Jokowi untuk mengijon
politik merupakan pembusukan yang membahayakan bagi masa depan politik
Jokowi.
Kembalilah ke Jakarta dan jangan ikut kesana kesini kampanye bagi orang
lain, bangunlah kota ini sampai selesai, Jokowi hanya butuh membuktikan
fakta kerja yang ia sudah lakukan secara sempurna di Solo, rakyat akan
menjaganya, tapi bila kemudian hanya kejaran-kejaran politik jangka
pendek, maka Jokowi bisa terjerembab dalam lubang jebakan yang disiapkan
bagi mereka yang tidak ingin agar Jokowi menjadi icon dari power of peope.
http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/02/18/kasus-dera-teguran-keras-bagi-jokowi-534695.html

0 komentar:
Tulis Komentar Anda Di Sini