Seorang guru pendidikan
agama Islam di sebuah sekolah dasar menceritakan pengalamannya mengajar kepada
saya.
Suatu
hari ia
menyampaikan materi pelajaran tentang kisah Nabi Nuh as. Ia sangat
menghayati
cerita tersebut. Dari intonasi dan ekspresi wajahnya, siswa yang
mendengarkan seolah-olah dapat “melihat” apa yang diceritakannya. Tak
ada satu siswa pun
yang mengantuk, semua memperhatikan dengan serius. Suasana kelas
saat itu benar-benar hidup dengan antusiasme siswa.
Setelah selesai
menuturkan kisah Nabi Nuh, guru mempersilahkan siswa untuk bertanya. Dengan
penuh semangat siswa menanyakan apa yang belum memuaskan mereka.
Kemudian guru
memberikan evaluasi dalam bentuk penugasan. Siswa ditugaskan untuk
memceritakan kembali dengan memuat fase-fase penting kehidupan dan
hikmah dari kisah Nabi Nuh as. sesuai kecenderungan mereka.
Beberapa siswa yang
senang bermain peran berkumpul menjadi satu kelompok. Mereka membuat skenario
dan dialog untuk dipentaskan dihadapan
teman-temannya. Siswa yang lain ada yang membuat puisi, komik bergambar dan
cerita pendek. Pembelajaran menjadi bermakna karena seluruh siswa melakukannya
dengan antusias dan gembira. Kemudian mereka menyampaikan hasil kerjanya di depan kelas.
Proses belajar mengajar
di kelas adalah jantung pendidikan di sekolah. Interaksi guru dengan siswa adalah proses yang
diharapkan dari pendidikan. Bagaimana mungkin anak didik dapat menginternalisasi
nilai-nilai dan kompetensi yang diajarkan bila tidak terjadi interaksi yang
efektif dan menyenangkan?
Pembelajaran yang berkualitas adalah pembelajaran yang mampu mengambil perhatian siswa dan terjadinya proses internalisasi nilai-nilai dan kompetensi yang terukur. Untuk itu setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas antara lain:
Lesson plan. Orang bijak
berkata orang yang membuat perencanaan adalah orang yang mempersiapkan diri
untuk sukses dan orang yang tidak membuat perencanaan adalah orang yang
mempersiapkan diri untuk gagal.
Lesson plan
atau perencanaan mengajar sangat penting agar guru meraih sukses dalam
pengajarannya. Guru harus kreatif dalam membuat perencanaan mengajar, di
dalamnya ditetapkan kompetensi yang akan dicapai siswa, metode, alat peraga,
teknik evaluasi serta sumber belajar yang tepat sehingga mampu menumbuhkan
ketertarikan siswa. Bisa dibayangkan bila guru mengajar tanpa perencanaan, target
apa yang ingin ia dapatkan?
Bersikap positif.
Sikap optimis dan antusiasme guru sangat berpengaruh terhadap kualitas
pembelajaran di kelas. Sikap mental guru yang positif akan memberikan cahaya
yang menerangi seisi kelas. Sebaliknya sikap mental guru yang negatif akan
memberikan kesuraman belajar yang melelahkan.
Memahami gaya belajar siswa.
Setiap siswa memiliki kecerdasan yang beragam dan gaya belajar yang
berbeda-beda. Guru diharapkan memahami gaya belajar siswa dan memberi ruang
untuk aktif dalam pembelajaran.
Howard Gardner membagi kecerdasan dalam sembilan
kecerdasan, diantaranya logika-matematika, spasial, bahasa, kinestetik, musikal,
interpersonal, intrapersonal, naturalistik dan eksistensial.
Menghargai prestasi siswa.
Pembelajaran tidak akan sia-sia, bila hasil dari pembelajaran tersebut dapat
diukur. Pengukuran hasil belajar dilakukan dengan melihat prestasi siswa
setelah mengikuti proses pembelajaran. Dari prestasi siswa guru dapat
mengetahui efektifitas pembelajaran dan siswa merasa lebih berarti bila hasil
kerja mereka dikoreksi, dinilai atau kata yang lebih tepat adalah dihargai. Hal ini
akan memotivasi mereka untuk selalu mengikuti pembelajaran di kelas.
Dapat dibayangkan bila
kelas-kelas yang ada di sekolah-sekolah kita hidup dengan interaksi yang
berkualitas antara guru dan siswa melalui proses kegiatan belajar mengajar yang
menyenangkan. Tidak ada yang dirasakan hilang oleh siswa dari sekolah-sekolah
mereka. Guru bersemangat untuk berinovasi
dalam pengajarannya dan siswa merasakan ketertarikan dari proses
pembelajaran sehingga menjadi rajin berangkat ke sekolah bahkan menjadikan
sekolah sebagai rumah kedua.[YlntFw]

0 komentar:
Tulis Komentar Anda Di Sini