Pembelajaran Yang Inspiratif - DAKWAH BILHIKMAH | Cerdas dan Penuh Hikmah
Headlines News :
Home » » Pembelajaran Yang Inspiratif

Pembelajaran Yang Inspiratif

Written By agg on Rabu, 16 Januari 2013 | 06.48

Seorang guru pendidikan agama Islam di sebuah sekolah dasar menceritakan pengalamannya mengajar kepada saya. 
Suatu hari ia menyampaikan materi pelajaran tentang kisah Nabi Nuh as. Ia sangat menghayati cerita tersebut. Dari intonasi dan ekspresi wajahnya, siswa yang mendengarkan seolah-olah dapat “melihat” apa yang diceritakannya. Tak ada satu siswa pun yang mengantuk, semua memperhatikan dengan serius. Suasana kelas saat itu benar-benar hidup dengan antusiasme siswa. 
Setelah selesai menuturkan kisah Nabi Nuh, guru mempersilahkan siswa untuk bertanya. Dengan penuh semangat siswa menanyakan apa yang belum memuaskan mereka. 
Kemudian guru memberikan evaluasi dalam bentuk penugasan. Siswa ditugaskan untuk memceritakan  kembali  dengan memuat fase-fase penting kehidupan dan hikmah dari kisah Nabi Nuh as. sesuai kecenderungan mereka.  
Beberapa siswa yang senang bermain peran berkumpul menjadi satu kelompok. Mereka membuat skenario dan dialog untuk  dipentaskan dihadapan teman-temannya. Siswa yang lain ada yang membuat puisi, komik bergambar dan cerita pendek. Pembelajaran menjadi bermakna karena seluruh siswa melakukannya dengan antusias dan gembira. Kemudian mereka menyampaikan hasil kerjanya di depan kelas.
Proses belajar mengajar di kelas adalah jantung pendidikan di sekolah. Interaksi  guru dengan siswa adalah proses yang diharapkan dari pendidikan. Bagaimana mungkin anak didik dapat menginternalisasi nilai-nilai dan kompetensi yang diajarkan bila tidak terjadi interaksi yang efektif dan menyenangkan? 

Pembelajaran yang berkualitas adalah pembelajaran yang mampu mengambil perhatian siswa dan terjadinya proses internalisasi nilai-nilai dan kompetensi yang terukur. Untuk itu setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas antara lain: 
Lesson plan. Orang bijak berkata orang yang membuat perencanaan adalah orang yang mempersiapkan diri untuk sukses dan orang yang tidak membuat perencanaan adalah orang yang mempersiapkan diri untuk gagal. 
Lesson plan atau perencanaan mengajar sangat penting agar guru meraih sukses dalam pengajarannya. Guru harus kreatif dalam membuat perencanaan mengajar, di dalamnya ditetapkan kompetensi yang akan dicapai siswa, metode, alat peraga, teknik evaluasi serta sumber belajar yang tepat sehingga mampu menumbuhkan ketertarikan siswa. Bisa dibayangkan bila guru mengajar tanpa perencanaan, target apa yang ingin ia dapatkan?
Bersikap positif. Sikap optimis dan antusiasme guru sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran di kelas. Sikap mental guru yang positif akan memberikan cahaya yang menerangi seisi kelas. Sebaliknya sikap mental guru yang negatif akan memberikan kesuraman belajar yang melelahkan. 
Memahami gaya belajar siswa. Setiap siswa memiliki kecerdasan yang beragam dan gaya belajar yang berbeda-beda. Guru diharapkan memahami gaya belajar siswa dan memberi ruang untuk aktif dalam pembelajaran.
Howard Gardner membagi kecerdasan dalam sembilan kecerdasan, diantaranya logika-matematika, spasial, bahasa, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalistik dan eksistensial.
Menghargai prestasi siswa. Pembelajaran tidak akan sia-sia, bila hasil dari pembelajaran tersebut dapat diukur. Pengukuran hasil belajar dilakukan dengan melihat prestasi siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Dari prestasi siswa guru dapat mengetahui efektifitas pembelajaran dan siswa merasa lebih berarti bila hasil kerja mereka dikoreksi, dinilai atau kata yang lebih tepat adalah dihargai. Hal ini akan memotivasi mereka untuk selalu mengikuti pembelajaran di kelas.
Dapat dibayangkan bila kelas-kelas yang ada di sekolah-sekolah kita hidup dengan interaksi yang berkualitas antara guru dan siswa melalui proses kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan. Tidak ada yang dirasakan hilang oleh siswa dari sekolah-sekolah mereka. Guru bersemangat untuk berinovasi  dalam pengajarannya dan siswa merasakan ketertarikan dari proses pembelajaran sehingga menjadi rajin berangkat ke sekolah bahkan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua.[YlntFw]
 
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda Di Sini

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. DAKWAH BILHIKMAH | Cerdas dan Penuh Hikmah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger