Apakah hanya film atau sinetron yang bisa membuat seseorang begitu
terhipnotis? Tentu saja tidak. Ada satu lagi yang saya soroti yaitu
konser-konser musik, apalagi konsernya mendatang artis-artis luar
negeri. Tentu Anda masih ingat salah satu konser Boys Band Korea Super
Junior yang digelar beberapa bulan kemarin. Bagaimana Anda sendiri
saksikan boys band itu mampu menyedot perhatian hampir sebagian
muda-muda tanah air. Mereka rela berbondang-bondong dari segala penjuru
kota hanya untuk menyaksikan artis idola mereka.
Apakah menurut Anda Boys band dan artis-artis terkenal lainnya itu
melakukan pertunjukkan yang asal-asal? Saya yakin Anda akan menjawab
tidak. Karena saya yakin betul mereka pun melakukan suatu persiapan yang
luar biasa, sebelum melakukan pertunjukkan. Tujuannya supaya penonton
atau fans puas dengan apa yang mereka tampilkan. Mereka adalah
entertainer-entertainer sejati yang bisa menyulap panggung menjadi
sebuah hiburan paling menyenangkan.
Mungkin Anda bertanya apa kaitannya hal ini dengan guru?
Inilah yang akan saya bagikan kepada Anda. Andai saja guru-guru kita
ini memiliki jiwa entertainer pastinya mereka juga akan menjadi
sosok-sosok yang berpengaruh buat anak didik kita.
Loe gila ya masak guru loe suruh seperti artis yang tidak etis lah?
Tenang kawan, saya juga tidak menginginkan guru-guru kita berperilaku
sebagai artis. Tapi saya melihat ada beberapa hal yang bisa kita
pelajari dari jiwa entertainer mereka. Khususnya tentang bagaimana
ketika mereka tampil di panggung. Bagi artis, aktor maupun penyanyi
panggung mereka adalah panggung hiburan, tapi kalau panggung guru adalah
di depan kelas. Guru dan artis pada dasarnya sama-sama memiliki
panggung. Kalau misalnya guru bisa mengoptimalkan penampilannya saat di
depan kelas layaknya sebuah pertunjukkan, saya sangat optimis yang
namanya pembelajaran akan jauh lebih menyenangkan.
Hal ini senada dengan apa yang ditulis oleh Duma Riris Silalahi,
seorang runner-up putri Indonesia 2007 dalam bukunya Charles Bonar
Sirait “Public Speaking for Teacher. Duma menjelaskan seorang pendidik
dalam hal ini guru harus menguasai tata panggung, ilmu teatrikal, ilmu
penyutradaraan, dan ilmu menghibur penonton. Itu semua merupakan
komponen dari persuasive public speaking untuk para guru.
Dari sini saya bisa mengambil sebuah pelajaran bahwa untuk bisa
seperti itu, seorang guru harus melakukan persiapan layaknya artis,
aktor atau penyanyi. Persiapan apa saja yang harus dilakukan oleh para
guru. Berikut ada beberapa saran yang bisa dipelajari, syukur-syukur
bisa diaplikasikan saat mengajar.
- Buatlah perencanaan pembelajaran dengan baik dari berbagai aspek yang diperlukan dalam mengajar (materi, metode, media pembelajaran)
- Selalu perbaiki rencana-rencana tersebut, hingga mendapati rencana yang paling baik
- Buatlah skenario yang akan dilakukan saat di depan kelas, hal ini sangat baik supaya pembelajaran yang dilakukan memiliki skenario yang jelas.
- Memahami gaya belajar muri-murid
- Perhatikan tata letak perlengkapan dalam kelas, lebar ruangan dan pencahayaan yang ada di kelas
- Menjaga penampilan dengan baik, ini juga tidak boleh dilupan karena penampilan yang baik akan memberikan penilaian tersediri di mata siswa
- Rencanakan penggunaan anekdot dan cerita, ini adalah salah satu favorit siswa hampir sebagian siswa suka mendengarkan cerita, apalagi jika cerita yang disampaian ada kaitanya dengan materi, yang bisa memotivasi dan menginspirasi mereka
- Sering-seringlah berkonsultasi dengan rekan guru yang lain
- Bangunlah branding yang positif, misalnya dengan membuat komunitas di facebook terkait dengan mapel yang dipegang. Hal ini akan membantu siswa untuk saling share dan diskusi mapel terkait.
- Open Mind atau terbuka terhadap segala bentuk pendapat, saran, maupun kritikan. Hal ini penting untuk umpan balik bagi seorang guru
- Cukuplah istirahat, hal ini penting untuk mengontrol mood dan emosi, saat mengajar. Jangan sampai guru terlihat lelah saat berada di depan kelas.
Demikianlah sepuluh hal yang menurut saya penting dilakukan oleh
seorang guru. Kalau misalnya hal ini dilakukan, harapannya hanya satu
kita mampu menjadi guru yang membuat suasana kelas menjadi menyenangkan.
Guru yang berjiwa entertainer, yang selalu memberikan sesuatu yang
menarik untuk anak didiknya. Dia adalah guru yang hebat dan mempesona di
mata murid-muridnya.

0 komentar:
Tulis Komentar Anda Di Sini